Kamis, 22 November 2012



MAKALAH PENYAKIT POLIO TERHADAP MASYARAKAT KALTIM (NUNUKAN)
Post Oleh : Nira Hidayah
Faklutas : Pertanian Agribisnis 
Semester : III 
Universitas : Kutai Kartanegara 



BAB I
PENDAHULUAN
     Polio adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan yang permanen. Penyakit ini dapat menyerang pada semua kelompok umur, namun yang peling rentan adalah kelompok umur kurang dari 3 tahun. Gejala meliputi demam, lemas, sakit kepala, muntah, sulit buang air besar, nyeri pada kaki, tangan, kadang disertai diare. Kemudian virus menyerang dan merusakkan jaringan syaraf , sehingga menimbulkan kelumpuhan yang permanen.
Penyakit polio pertama terjadi di Eropa pada abad ke-18, dan menyebar ke Amerika Serikat beberapa tahun kemudian.
 Penyakit polio juga menyebar ke negara maju belahan bumi utara yang bermusim panas. Penyakit polio menjadi terus meningkat dan rata-rata orang yang menderita penyakit polio meninggal, sehingga jumlah kematian meningkat akibat penyakit ini. Penyakit polio menyebar luas di Amerika Serikat tahun 1952, dengan penderita 20,000 orang yang terkena penyakit ini ( Miller,N.Z, 2004 ).
Jenis – jenis Polio antara lain :
1. Polio Non-Paralisis
Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, saki perut, lesu dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.
2. Polio Paralisis Spinal
Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan.
Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Setelah poliovirus menyerang usus, virus ini akan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. Poliovirus menyerang saraf tulang belakang dan neuron motor yang mengontrol gerak fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. Namun, pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat, virus akan menghancurkan neuron motor. Neuron motor tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat.
 Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut), disebut quadriplegia.
3. Polio Bulbar
Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung neuron motor yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai otot yang mengontrol pergerakan bola mata saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka, saraf auditori yang mengatur pendengaran, saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbgai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher ( Wilson, 2001 ).
















II
PERMASALAHAN
Malang nian nasib Sudarni. Anak pasangan Aris dan Murni, warga Jalan Imam Bonjol, RT 12, Mambunut, Kecamatan Nunukan Selatan, Nunukan ini berat badannya hanya 15 kilogram! Sangat jomplang dengan usianya yang kini menginjak 18 tahun. Remaja ini diduga menderita komplikasi penyakit; polio dan lumpuh layu, serta kekurangan gizi. Sepanjang hidupnya, hanya dihabiskan terbaring di ayunan. Menyedihkan lagi, sudah sekira tiga tahun belakangan tidak ada lagi kunjungi petugas kesehatan, baik dari Puskesmas Nunukan Selatan maupun dari Dinas Kesehatan (Diskes) Nunukan.

Kedua orangtuanya selalu mengupayakan pengobatan sulung dari tiga bersaudara ini. Dibawa berobat alternatif ke Sulawesi bahkan sampai ke Tawau, Malaysia. Hasilnya masih nihil. Sekarang, Sudarni hanya dirawat di rumah. Sehari-hari, dia diberi makanan bayi, karena memang hanya menu ini yang bisa dikonsumsi.

Kasi Gizi, Diskes Nunukan, Slamet kepada Radar Tarakan (Kaltim Post Group) mengatakan, sejak diketahui penyakit yang dialami Sudarni beberapa tahun lalu, petugas  dari Diskes maupun Puskemas sudah menjenguk di kekediamannya. Sudah juga diberikan tambahan gizi dan makanan yang diharapkan dapat membantu pemulihan. Tapi, sejak lama program itu berjalan, tidak ada juga perubahan. “Jadi kita menyarankan kepada keluarga untuk diperiksakan  di rumah sakit dan sekaligus dilakukan perawatan. Tapi sepertinya keluarga lebih memilih merawat anak mereka di rumah,” terang Slamet, Selasa (20/11).

Kata Slamet, program pemberian makanan tambahan (PMT) secara umum sasarannya diprogramkan untuk anak usia 1 hingga 5 tahun. Jika ditemukan kasus seperti Sudarni, penanganan dilakukan, namun bukan melalui program PMT, melainkan perawatan sendiri. Karena anak tersebut mengalami komplikasi penyakit. Seandainya kasusnya hanya kurang gizi, maka secara periodik bisa dipantau dengan cara memberikan tambahan gizi yang seimbang. Tapi, karena ada penyakit yang menyertai, solusinya adalah dibawa ke rumah sakit untuk mengetahui apa saja penyakit penyerta yang diderita.

Soal biaya, kata dia, sebenarnya orangtua tidak perlu khawatir. Biaya akan ditanggung pemerintah melalui program  Jamkesmas, bisa sebulan, dua bulan, sampai tiga tahun pun bisa disiapkan. Dengan catatan yang bersangkutan memiliki kartu miskin dan benar-benar warga di kawasan itu.  mengetahui penyakit yang sebenarnya, tidak ada cara lain kecuali membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa dokter.

Sebab, yang membuat tubuhnya kurus, terang Slamet, bukan karena faktor kurang gizi, lebih karena adanya sejumlah penyakit penyerta. Dia berharap, orangtua Sudarni mau membawa anaknya ke rumah sakit untuk dirawat. Anak itu perlu perawatan intensif.

Siti Rugaya, salah seorang petugas di Puskesmas Nunukan Selatan mengaku, sudah berulang-ulang melakukan pemeriksaan, namun karena penyakit yang diderita sudah komplikasi, maka pihaknya juga telah menyarankan dibawa ke rumah sakit. “Kita sudah minta untuk dibawa (ke rumah sakit), tapi mereka (orangtua) enggak mau dirawat di rumah sakit,” tuturnya. Ditambahkan, pihaknya sudah membawa persoalan ini ke Diskes Nunukan.

Kamis, 22 November 2012 - 09:53:25
(ogy/kpnn/far/k1)










III
PENYEBAB DAN SOLUSI
A.    Penyebab
Poliomyelitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan. Kata Polio sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu πολιομυελίτις, atau bentuknya yang lebih mutakhir πολιομυελίτιδα, dari πολιός "abu-abu" dan μυελός "bercak". Virus Polio termasuk genus enteroviorus, famili Picornavirus. Bentuknya adalah ikosahedral tanpa sampul dengan genome RNA single stranded messenger molecule. Single RNA ini membentuk hampir 30 persen dari virion dan sisanya terdiri dari 4 protein besar (VP1-4) dan satu protein kecil (Vpg). Polio adalah penyakit menular yang dikategorikan sebagai penyakit peradaban. Polio menular melalui kontak antarmanusia. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Penyebab penyakit polio terdiri atas tiga strain yaitu strain 1 (brunhilde) strain 2 (lanzig), dan strain 3 (Leon). Strain 1 adalah yang paling paralitogenik atau yang paling ganas dan sering kali menyebabkan kejadian luar biasa atau wabah. Strain ini sering ditemukan di Sukabumi. Sedangkan Strain 2 adalah yang paling jinak. Penyakit Polio terbagi atas tiga jenis yaitu Polio non-paralisis, Polio paralisis spinal, dan Polio bulbar. -Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh. -Polio Paralisis Spinal Jenis Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Setelah poliovirus menyerang usus, virus ini akan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. Poliovirus menyerang saraf tulang belakang dan neuron motor -- yang mengontrol gerak fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu.
Namun, pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat, virus akan menghancurkan neuron motor. Neuron motor tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat. Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas -- kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menye-babkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut), disebut quadriplegia. -Polio Bulbar Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang.
Batang otak mengandung neuron motor yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai otot yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbgai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher. Tanpa alat bantu pernapasan, polio bulbar dapat menyebabkan kematian. Lima hingga sepuluh persen penderta yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja. Kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim ''perintah bernapas'' ke paru-paru. Penderita juga dapat meninggal karena kerusakan pada fungsi penelanan; korban dapat ''tenggelam'' dalam sekresinya sendiri kecuali dilakukan penyedotan atau diberi perlakuan trakeostomi untuk menyedot cairan yang disekresikan sebelum masuk ke dalam paru-paru. Namun trakesotomi juga sulit dilakukan apabila penderita telah menggunakan ''paru-paru besi'' (iron lung). Alat ini membantu paru-paru yang lemah dengan cara menambah dan mengurangi tekanan udara di dalam tabung. Kalau tekanan udara ditambah, paru-paru akan mengempis, kalau tekanan udara dikurangi, paru-paru akan mengembang. Dengan demikian udara terpompa keluar masuk paru-paru. Infeksi yang jauh lebih parah pada otak dapat menyebabkan koma dan kematian. Penyakit Polio dapat ditularkan oleh infeksi droplet dari oro-faring (mulut dan tenggorokan) atau dari tinja penderita yang telah terinfeksi selain itu juga dapat menular melalui oro-fecal (makanan dan minuman) dan melalui percikan ludah yang kemudian virus ini akan berkembangbiak di tengorokan dan usus lalu kemudian menyebar ke kelenjar getah bening, masuk ke dalam darah serta menyebar ke seluruh tubuh. Penu-laran terutama sering terjadi langsung dari manusia ke manusia melalui fekal-oral (dari tinja ke mulut) atau yang agak jarang terjadi melalui oral-oral (mulut ke mulut). Virus Polio dapat bertahan lama pada air limbah dan air permukaan, bahkan dapat sampai berkilo-kilometer dari sumber penularannya. Penularan terutama terjadi akibat tercemarnya lingkungan leh virus polio dari penderita yang telah terinfeksi, namun virus ini hidup di lingkungan terbatas. Virus Polio sangat tahan terhadap alkohol dan lisol, namun peka terhadap formaldehide dan larutan klor. Suhu yang tinggi dapat cepat mematikan virus tetapi pada keadaan beku dapat bertahun-tahun masa hidupnya. [QQ/01-04-2008]









B.     Solusi
Di antaranya membiasakan pola hidup sehat, sanitasi yang baik dan terus menjaga kualitas gizi sekaligus kebugaran kondisi fisik.salah satu cara terbaik melindungi anak-anak dari penyakit polio. Yakni dengan mencuci tangan dan alat-alat makan seperti piring, gelas, atau pun sendok dengan sabun dan air yang tidak tercemar oleh virus polio.
Kemudian jika memasak air sebaiknya dimasak sampai mendidih sempurna, sebab cara ini cukup efektif untuk membunuh virus polio. Sebab diketahui, virus polio liar hidup dengan baik pada suhu – 80C. Di luar tubuh manusia, bila terkena panas matahari, virus polio hanya bertahan hidup selama 2 hari, tapi kalau di dalam cuaca lembab lebih lama. Selain itu, imunisasi terhadap polio sampai lengkap pun dapat mencegah penyakit ini. Imunisasi diperlukan untuk membangkitkan kekebalan lokal di usus melalui pemberian vaksin polio.
Vaksin ini mengandung tiga jenis virus yaitu tipe 1, 2, dan 3. Caranya, diteteskan ke mulut sebanyak dua tetes setiap kali pemberian atau dikenal dengan Oral. Bila anak sudah mendapatkan imunisasi polio minimal empat kali, hampir dapat dipastikan anak kebal terhadap polio. Bila belum diimunisasi, segera berikan dosis pertama. Anak akan terlindung selama 100 hari, sehingga bila virus polio masuk, tidak berbiak dan menyebabkan sakit, lalu dilanjutkan sampai lengkap.



IV
KESIMPULAN
             Polio adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus polio yang dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan yang permanen. Penyakit ini dapat menyerang pada semua kelompok umur, namun yang peling rentan adalah kelompok umur kurang dari 3 tahun. Gejala meliputi demam, lemas, sakit kepala, muntah, sulit buang air besar, nyeri pada kaki, tangan, kadang disertai diare. Kemudian virus menyerang dan merusakkan jaringan syaraf , sehingga menimbulkan kelumpuhan yang permanen.
            Pencegahan dapat dilakukan Di antaranya membiasakan pola hidup sehat, sanitasi yang baik dan terus menjaga kualitas gizi sekaligus kebugaran kondisi fisik.salah satu cara terbaik melindungi anak-anak dari penyakit polio. Yakni dengan mencuci tangan dan alat-alat makan seperti piring, gelas, atau pun sendok dengan sabun dan air yang tidak tercemar oleh virus polio.







KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur tidak habis-habisnya kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya jua akhirnya makalah mengenai “PENYAKIT POLIO DI NUNUKAN” ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
            Poliomyelitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan.
            Makalah ini berisikan bahasan mengenai penyakit polio yang menyerang masyarakat Kaltim dan juga membahas definisi polio secara garis besarnya. Namun penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan yang tanpa disengaja. Untuk itu kritik dan saran yang membangun kesempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan.
            Terima Kasih

September          2012

Penyusun

DAFTAR PUSTAKA















Selasa, 20 November 2012

TERKADANG ADA SATU HAL YANG TIDAK BISA KITA PAKSAKAN
Puisi untuk bocah2 dipalestina.
========================
_Jeritanku_
Tuhanku masih ada tidak celah untuk bersembunyi?
Tuhanku tubuh kecilku kedinginan
Tuhanku Lihatlah air mata ini
Tuhanku rasa gemetar bahkan sudah memuncak diubun2

aku rindu ibu,ayah,nenek,kakek
terakhir aku melihat mereka tersenyum

saat mereka sudah terkapar diangkat paramedis
dengan simbahan darah

aku bahkan sudah lupa nikmatnya rasa nasi dan gandum
aku berteduh dimana ada sebongkah batu kecil
apa saudara2ku diseluruh dunia mendengar jeritanku ini?
apa saudara2ku diseluruh dunia tau betapa takutnya aku

nuklir, meriam, bom sudah biasa
pedang, pukulan, hantaman menjadi keseharian
aku meronta ditengah tanahku sendiri
dikala darah yang sudah bercecer ramai tidak asing dipandang

Tuhan pasti menggulung dan luluh lantahkan israel terkutuk itu nanti. jeritku dalam hati
created by. Nira Lamela

Kamis, 15 November 2012


MAKALAH PERMASALAHAN GIZI DIKUKAR DAN KALTIM


I
PENDAHULUAN
A.                 Latar Belakang
Keadaan gizi dan kesehatan masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi, Dewasa ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yakni masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Masalah gizi kurang umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan (sanitasi), kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan, dan adanya daerah miskin gizi (iodium). Sebaliknya masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada lapisan masyarakat tertentu yang disertai dengan minimnya pengetahuan tentang gizi, menu seimbang, dan kesehatan. Dengan demikian, sebaiknya masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kesehatan guna mencegah terjadinya gizi salah (malnutrisi) dan risiko untuk menjadi kurang gizi.
Tingginya angka kematian ini juga dampak dari kekurangan gizi pada penduduk. Mulai dari bayi dilahirkan, masalahnya sudah mulai muncul, yaitu dengan banyaknya bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR<2.5 Kg). Masalah ini berlanjut dengan tingginya masalah gizi kurang pada balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa sampai dengan usia lanjut.
Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait.
Suatu penyakit timbul karena tidak seimbangnya berbagai faktor, baik dari sumber penyakit (agens), pejamu (host) dan lingkungan (environment). Hal itu disebut juga dengan istilah penyebab majemuk (multiple causation of diseases) sebagai lawan dari peiiyebab tunggal (single causation).
B.              Tujuan
a.       Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Nilai UTS Mata Kuliah Gizi dan Pangan Semester III
b.      Sebagai Bahan Pembelajaran dan Survei Dalam Mengetahui Kondisi Gizi dan Kesehatan Bagi Masyarakat Kalimantan Timur.
c.       Ikut Serta Dalam Mencari Solusi Bagi Permasalahan Gizi dan Kesehatan Pada Masyarakat Kalimantan Timur.



II
PEMBAHASAN
A.    Kutai Kartanegara Dan Gizi Buruk

          Angka Rp 4,7 Triliun adalah nilai APBD terbesar untuk sebuah kabupaten pada tahun 2011. Angka itu dimiliki oleh Kutai Kartanegara  (Kukar)sehingga menempatkan Kukar sebagai kabupaten 'terkaya' se-Indonesia. Namun sungguh ironi, penderita gizi buruk di Kaltim tahun 2011 ternyata paling banyak berada di Kukar.
            Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim pada tingkat gizi anak-anak di 14 kabupaten-kota se-Kaltim tahun 2011, tercatat sebanyak 291 anak di Kaltim menderita gizi buruk, dengan Kabupaten Kukar menempati urutan pertama sebanyak 61 anak. Kasus gizi buruk terendah terjadi di Balikpapan dengan hanya 1     kasus.
             Terhadap data ini, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Syafak Hanung cenderung 'menyalahkan' masyarakat. Menurut Hanung, masih banyaknya ditemukan penderita gizi buruk disebabkan minimnya kesadaran dan pemahaman orang tua terhadap posyandu bagi anak, sehingga informasi nilai gizi pada anak terabaikan.

                  Dinkes Kaltim pun akan menggerakkan  kader  kesehatan dan seluruh posyandu di setiap kecamatan di masing-masing kabupaten-kota se Kaltim, termasuk melibatkan orang tua dalam sosialisasi peningkatan gizi anak-anak. Saya hanya akan menyoroti Kukar. Seandainya fakta ini dijadikan tema perbincangan dalam sebuah forum, niscaya akan ada komentar miring dengan kalimat sejenis seperti di       bawah  ini:
"Kukar       daerah kaya,tapi          bikin    malu!"
"Gizi buruk Kukar tertinggi, ke mana saja APBD-nya? Dikorupsi ya?"
"Banyak pejabat Kukar tersangkut kasus korupsi, jembatannya runtuh, gizi buruk tertinggi. Ini bukti ada yang tidak beres dalam pengelolaan Kukar."
Tiga contoh komentar di atas bisa jadi mewakili suara masyarakat yang bernada marah, geram, sinis, antipati terhadap pemerintah Kukar. Pengamat dan tokoh politik di luar koalisi pemerintah pun mungkin saja bersuara sama alias mengkritik keras. Adapula  sebagian  kelompok pemuda dan mahasiswa berhaluan revolusioner ataupun moderat yang memilih aksi turun ke jalan alias demonstrasi sebagai      wujud  kepedulian            (versi     mereka).
                  Namun, apakah  komentar  miring, kritikan pedas, unjuk rasa mampu  mengubah situasi? Pada suatu keadaan di tempat dan waktu yang lain boleh jadi tindakan tersebut membawa hasil yang positif. Tetapi, Kukar adalah area tersendiri yang `istimewa'. Kultur politik, sosial dan budaya Kukar tak memungkinkan aksi frontal atau revolusioner dapat mengubah keadaan. Penguasa Kukar adalah representasi mayoritas kekuatan sosial politik. Begitu pula etnis asli                  Kukar telah terbiasa dalam kehidupan masyarakat yang tenang           dan     damai    tanpa   kekerasan.
                  Kita rakyat kecil tak punya kekuatan dan akses kekuasaan untuk memposisikan Kukar sesuai dengan predikatnya sebagai daerah terkaya dan masyarakatnya juga kaya lagi sejahtera. Keluh kesah, suara negatif, dan aksi protes tak dapat diandalkan dalam menyelesaikan masalah, sebaliknya hanya akan membuat sakit hati     saja.
                Rakyat Kukar sudah berpartisipasi mendukung pemerintah membangun kabupaten dengan menyukseskan pilkada, membuat keamanan dan ketertiban daerah yang kondusif, aktif berperan serta dalam PNPM Mandiri, dan program lainnya.
                 Rakyat Kukar telah menggunakan daya dan upaya sesuai kapasitasnya sebagai obyek pembangunan. Sebagai insan yang berketuhanan, kita mempunyai `senjata rahasia' yang ampuh. Ya, doa kepada Sang Pencipta adalah kekuatan manusia saat daya dan upaya     sudah   dilakukan.

Oleh: Yournalia Shagieta, warga Kukar
Tribun Kaltim - Sabtu, 28 Januari 2012 12:54 WITA



III
SOLUSI PERMASALAHAN
Menurut (Moehji, Sjahmien. 1999) kasus gizi buruk dan gizi kurang ditengarai akibat rendahnya pengetahuan orang tua mengenai gizi keluarga, faktor ekonomi keluarga yang tidak memadai, faktor sosial budaya serta sanitasi rumah tangga yang buruk sehingga anak tidak mendapat asupan gizi yang cukup dan mudah terkena penyakit infeksi.Masalah gizi di Indonesia ini harus ditanggulangi dengan pendekatan multi dimensional yang komprehensif dan tidak cukup hanya dengan memberikan makanan bergizi.
 Namun juga diperlukan usaha untuk meningkatkan pengetahuan orang tua akan gizi. Seperti bagaimana memberdayakan ayah dan ibunya agar mengetahui, mendapatkan dan mampu membudidayakan sumber pangan bergizi, serta mengolahnya dengan memperkecil kerusakan kandungan gizi dan bagaimana memberi makan pada anak. Hal ini termasuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih Sehat dengan sanitasi rumah tangga. Budidaya sumber pangan selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak juga ditujukan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Pemerintah dan sektor swasta berperan penting dalam menciptakan suasana kondusif dan memfasilitasi edukasi serta pemberdayaan masyarakat namun yang terpenting adalah kesadaran dan komitmen masyarakat itu sendiri untuk meningkatkan kesejahteraannya dan mewujudkan generasi muda anak-anak Indonesia yang sehat dan berkualitas.






IV
PENUTUP
A.                Kesimpulan
Ada 4 faktor yang melatarbelakangi gizi buruk yaitu :ekonomi, sanitasi, pendidikan orangtua, dan perilaku orangtua. Kemiskinan salah satu determinan social-ekonomi, merupakan akar dariketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidakmampuanmengakses fasilitas kesehatan. Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematiananak. Kurang kalori protein sesungguhnya berpeluang menyerap siapa saja, terutama bayidan anak yang tengah tumbuh-kembang.
Gizi buruk cenderung menyerang setelah merekaberusia 18 bulan. Penilaian status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjaminsetiap anggota masyarakat mendapatkan makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Giziyang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari. Kecukupan zat giziberpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak.Kasus gizi buruk bukanlah jenis penyakityang datang tiba-tiba begitu saja. Tetapi karena proses yang menahun terus bertumpuk danmenjadi kronik saat mencapai puncaknya. Masalah defisiensi gizi khususnyamenjadiperhatian karena berbagai penelitian menunjukan adanya efek jangka panjang terhadanp pertumbuhan dan perkembangan otak manusia.

B.                 Saran
Jika dalam kasus ataupun pembahasan yang kami angkat ini masih terdapat banyak kekurangan, maka saran dan kritik demi membangun kesempurnaan sebuah makalah ini sangat kami harapkan


















LAMPIRAN-LAMPIRAN

http://www.obat-xamthoneplus.com/wp-content/uploads/2012/05/gizi-buruk-1.jpg
http://sorayamillah.files.wordpress.com/2012/07/hamdan-usia-11-th-menderita-kurang-gizi-tumor-otak-brasal-dari-keluarga-kurang-mampu.jpg


http://sumutcyber.com/photo/dir052010/127527641830-5-gizi-buruk.jpg

http://pontianak.tribunnews.com/foto/bank/images/Gizi-buruk-12.jpg